Hadits 27

"Sikap tegas itu meliputi para pengemban Al-Qur'an karena keluhuran Al-Qur'an dalam hati mereka."

Ini adalah hadits maudhu'. Diutarakan oleh as-Suyuthi dalam kitab al-Jami'ush-Shaghir dari riwayat Ibnu Adi. Pensyarahnya yakni al-Manawi menyatakan bahwa dalam sanadnya terdapat Wahab bin Rahb bin Katsir. Ibnu Mu'in menyatakan bahwa dia itu pendusta, sedangkan Imam Ahmad menyatakan bahwa Wahab pemalsu hadits.

Hadits 28

"Sikap tegas itu tidak akan ada kecuali pada umatku yang saleh dan yang paling baik, kemudian akan sirna."

Hadits ini maudhu' dan diriwayatkan oleh Bisyran dalam kitab al-Amali dengan sanad dari Bisyr bin Husain.

Saya katakan, Bisyr ini pendusta. Bahkan oleh ad-Daru Qhuthni dinyatakan tertolak riwayatnya. Kemudian Abu Hatim mengatakan bahwa Bisyr ini telah berdusta pada Zubair.

Hadits 29

"Umatku yang terbaik ialah mereka yang berwatak keras (tegas) yang bila mereka marah segera sadar."

Ini hadits batil. Al-Uqaili meriwayatkannya dalam kitab Kumpulan Hadits-hadits Dha'if, halaman 217, kemudian menyatakan, "Sanadnya dari Abdullah bin Qunbur dan dia ini tidak suka meneliti sanad."

Kemudian al-Uzdi mengatakan, "Riwayat Abdullah bin Qunbur tersebut tidak diterima jumhur pakar hadits. Bahkan adz-Dzahabi menyatakan bahwa riwayatnya batil dan dibenarkan oleh Ibnu Hajar.
Hadits 30

"Kebaikan itu ada pada diriku dan umatku sampai hari kiamat."

Hadits tersebut tidak ada sumbernya. Dinyatakan dalam kitab al-Maqashid bahwa Ibnu Hajar mengatakan, "Aku tidak mengetahui sumber aslinya."


Sumber : Silsilah Hadist Dha'if dan Maudhu' Muhammad Nashiruddin al-Albani

0 comments:

Post a Comment

 
Pusat Kajian Hadits © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top